Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1

Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1 - Hallo sahabat Uang Saham, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Ekonomi, Artikel Politik, Artikel Valas, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1
link : Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1

Baca juga


Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1

Psikologi Siklus Pasar

Sekitar bulan Oktober 2015 lalu, para pelaku pasar banyak yang merasa sangat pesimis akan masa depan pasar saham. IHSG sudah terkoreksi -27% sejak April 2015. Tak ayal banyak hujatan dan makian diarahkan pada pemerintahan yang baru, Jokowi-JK, yang dianggap gagal dalam menjaga situasi ekonomi yang kondusif, bahkan kekisruhan politik dianggap sebagai biang kerok terpuruknya IHSG. (Baca juga : Politikus yang bermain saham). Dollar sudah menyentuh Rp14700, dan sekonyong-konyong bermunculan prediksi bahwa dollar akan menembus Rp15000, bahkan mungkin ke Rp25000. Model prediksi dadakan seperti ini sudah seperti ritual rutin pelaku pasar. Jika mayoritas pesimis, maka IHSG akan ditawar ke harga yang lebih rendah, sambil memprediksi dollar, plus menyalahkan pemerintah. Kenapa menyalahkan pemerintah? Sederhana saja, supaya dianggap cerdas. Jika mayoritas optimis, maka IHSG akan ditawar ke harga yang lebih tinggi.
Read more »


Demikianlah Artikel Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1

Sekianlah artikel Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Antara Jokowi, Dollar dan Siklus Ekonomi - Bagian 1 dengan alamat link https://uangsaham.blogspot.com/2016/07/antara-jokowi-dollar-dan-siklus-ekonomi_24.html