Judul : 2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur
link : 2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur
2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur
Pada Januari 2016 silam, seorang teman bertanya pada saya tentang bagaimana masa depan pasar saham ini. IHSG sedang bergerak di fase koreksi minor dengan target yang belum diketahui. Dollar masih bertengger di Rp13800-an. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang semula ditargetkan 5,4% ternyata meleset dan harus puas di 4,7%. Walaupun meleset, nilai ini ternyata masih jauh lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi global yang hanya 2%. Fed rate yang semula diperkirakan tak berani dinaikkan ternyata malah naik menjadi 0.25% membuat BI ketar-ketir antara mempertahankan SBI di level yang tetap 7,5% buat mengimbangi Fed rate atau justru menurunkannya buat memacu pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Menurunkan SBI di saat dollar sedang menguat bukanlah ide yang bagus. Maka penurunan SBI hanya bagus saat dollar diprediksi akan melemah. Apakah BI berani memprediksi begitu? Kelihatannya tak ada yang berani memprediksi dollar akan melemah, tak terkecuali BI. Teman saya itu membaca berita bahwa Soros bilang akan terjadi resesi ekonomi akibat kondisi ekonomi China yang awut-awutan dan devaluasi mata uang Yuan.Read more »
Demikianlah Artikel 2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur
Sekianlah artikel 2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel 2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur dengan alamat link https://uangsaham.blogspot.com/2016/07/2016-menantikan-bangunnya-raksasa-tidur.html
